23 Februari 2011

There's nothing like having breakfast at tiffany's


Film ini layaknya berlian.. entah apa yg terlintas dalam benak saya 5 tahun yang lalu saat pertama kali menonton film ini.. Awalnya hanya membaca novelnya saja (karya Truman Capote yang melegenda itu)sebelum akhirnya berencana membeli video film ini. Bercerita tentang seorang perempuan penghibur yg mempunyai obsesi tinggi terhadap segala sesuatu.. Diawali dari scene Audrey hepburn keluar dari taxi yang ditumpanginya dengan membawa croisant dan kopi , dengan masih berpakaian glamour (saat itu little black dress yang dikenakannya sangat tersohor , didesign oleh rumah mode Givenchy). Audrey yang di film itu berperan sebagai Holy golightly berjalan menyusuri kota New York dan menuju kearah toko perhiasan Tiffany's.. Disana dia menikmati sarapannya sambil memandangi perhiasan yang menjadi etalase dari toko Tiffany's. Diringi dengan lagu "moon river" karya Henry Mancini (saat itu memenangkan piala oscar 1961).. Sungguh scene yang sangatlah indah :)

Berlanjut kearah romansa, Holy kemudian bertemu dengan seorang pria yang baru pindah ke kompleks apartemen yang sama dengannya bernama Paul Varjak.. Dari sanalah , kisah semakin menarik...

Saya tidak ingin spoiler disini, namun penilaian saya tentang film ini positif walaupun terkadang ada beberapa scene yang terkesan percuma. Direkomendasikan untuk para pencinta film romantis (duileeh)

Bhetu










Selalu menarik sekali membaca artikel2 dr majalah intisari..dan saya tertarik dgn salah satunya yaitu tentang Bhetu..

artikel tersebut bertajuk "Sungai selamat berkat Bhetu"..Bhetu adalah suatu adat di Worbosambi,Flores yang mengatur warga dalam pengambiln hasil alam. Dikarenakan banyaknya nelayan di flores yang menggunakan potas sampai disalahgunakan , maka diadakanlah Bhetu ini..

Lalu untuk itu ada satu keluarga besar nggua Ngendu (marga ngendu) yang mengadakan Bhetu(pesta adat) utk menanggulangi masalah tersebut..

Dalam Bhetu tersebut, diimbaulah masyarakat dan warga sekitar untuk tidak lagi menggunakan racun serta potas untuk mengambil "isi" sungai yang akan merugikan habitat sungai dan dicapailah kesepakatan utk siapa saja yang melanggarnya diharuskan membayar dengan seekor babi besar yang beratnya sekitar 80 kg dan satu karung beras 300 kg..

Dan menurut artikel yg saya baca ini, 6 bulan kemudian sejak diberlakukannya bhetu,keadaan sungai-pun mulai memulih..

Wah seandainya seluruh wilayah dapat memberlakukan peraturan ini ya..pasti Indonesia jadi lebih indah :)

Rumah nan bahagia


Sekitar beberapa bulan yang lalu saya melewati kios koran dan majalah di rumah sakit..seperti biasa,Intisari edisi bulan ini jg tdk akan saya lewatkan..Karena tertarik dgn covernya (sebetulnya bkn cover) tp gambar kecil mencungul di cover "Panglima besar Jendral Sudirman" saya pun langsung membuka halaman 38..nah di artikel tersebut ada hal yg menarik perhatian saya yaitu sajak yg dikarang oleh Jend.Sudirman sendiri saat beliau sdg dirawat di RS.Panti Rapih Yogyakarta karena penyakit TB yg dideritanya..Sajak ini merupakan wujud terima kasih beliau terhadap para pegawai di rmh sakit tsb yg sdh merawatnya..




Inilah sajak "Rumah Nan Bahagia" karya Jend.Sudirman yg bs membuat saya terharu sekali dan merasa kita semua selayaknya pny nasionalisme yg tinggi pula seperti beliau :)

Seperempat abad lamanya
tegak berdirinya hingga kini
panti rapih rumah nan bahagia
naungan putra pertiwi

orang sakit nan menderita
gering tiba,sehatlah pergi
berkat kegiatan usaha
beserta kesucian hati

Selama tegak dengan teguhnya
Besar jasanya hingga kini
Seluruh pengurus pegawainya
Ikhlas serta jujur pekerti

Sambil baring aku berdoa
Tuhan Allah Yang Maha Suci
Limpahkanlah berkat kurnia
Atas rumah bahagia ini

Moga kiranya terus nerjasa
Dulu,kini dan hari nanti
Untuk masyarakat Indonesia
yang tetap merdeka abadi



"Untuk masyarakat Indonesia yang tetap merdeka abadi"